Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Tuesday, February 16, 2016

Lebih Baik Hujan Batu Di Negeri Sendiri?

Pernah dengar peribahasa "Daripada Hujan Emas Di Negeri Orang, Lebih Baik Hujan Batu Di Negeri Sendiri"? Sepanjang hari Bpunk tidak habis pikir bagaimana "mengartikan" peribahasa ini. Dari pada bertanya-tanya dalam hati, memang lebih baik menanyakan langsung ke mbah google. Arti yang bisa Bpunk temukan dari  peribahasa ini adalah 
"bagaimanapun senangnya hidup di negeri orang, masih lebih senang hidup di negeri sendiri".* 
Arti yang...?? Ini membuat Bpunk semakin merasa aneh, karena artinya terkesan dipaksakan, karena seakan-akan peribahasa ini mengajak orang untuk menolak "EMAS". 

Coba bayangkan, anda disuruh pilih, hujan emas atau hujan batu secara harafiah? Kedua-duanya beresiko membuat yang tertimpa alhamdullilah, MATI.. (hahaha) tapi kalau selamat, hmmm... beruntunglah yang pilih emas. Biar benjut sana sini, tapi emas di tangan, bisa berobat, dan sisanya lumayaaan. Dan yang pilih hujan batu, silahkan berobat dengan biaya seadanya (itupun kalo ada). 

Apa ada diantara Bpunk'rs yan berpikiran sama..?

Nih... Gambaran Hujan Batu (pas tawuran).. :D
Semua orang tentu menginginkan "hujan emas" dimanapun kakinya berpijak! Tidak ada yang menginginkan hujan batu dimanapun arah langkah menuju. Kecuali hujan batu permata, itu juga kecuali lho ya, masalahnya tidak ada tambahan dari peribahasa ini. 

Jadi apakah peribahasa ini menjadi relevan untuk digunakan di Indonesia atau dimanapun? Ini yang menjadi sedikit masalah...


Salahkah Aku jika Aku Cina?

Tulisan ini terinspirasi dari pertanyaan seorang adik tingkat semasa kuliah dulu di akun facebook nya. Pertanyaannya mungkin menjadi pertanyaan Bpunk'rs juga, apalagi jika Bpunk'rs seorang Thionghoa. 
"Salahkah Aku jika Aku Cina? Aku tak pernah memintanya. Salahkah Aku?". 
Ala Mario Teguh Bpunk menjawab: 
"lebih baik cukupin/habiskan saja waktumu dengan orang-orang yang menyayangimu, karena kamu tidak akan bisa menyenangkan semua orang". 
Jawaban ini tentu tidak akan menyelesaikan masalah bagi hati yang sedang GALAU (eh buseet...), karena langsung di jawab : 
"Aku nda pengen nyenengin orang" yang nda suka ma kami, Kak... hanya "menuntut keadilan" aja... katanya semua manusia sama di mata Tuhan... tapi kenapa tetap ada diskriminasi? dan kenapa kaumku yang paling sering jadi korban diskriminasi itu?" (Anaknya makin mewek nih... xixixixi...). 
Dan Mario Teguh aspal beraksi untuk yang terakhir kalinya : 
"kalau pandangan pribadi, itu adil kok, akibat dalam tekanan "diskriminasi", orng cina selalu selangkah lebih maju(yg laen makin ketingggalan wkwkwkwk..).. gimana ga ketinggalan, ngiri aja kerjaannya... hahaha..
Dan jawaban terakhir Bpunk, sepertinya bisa sedikit menghibur dia... (padahal ga kayaknya... hahaha...).


Lebih Baik Hujan Batu Di Negeri Sendiri?

Nah jawaban terakhir tadi yang membuat Bpunk terpikirkan peribahasa yang diatas.  Kalo memang dibedakan mengikuti cara pandang masyarakat yang tidak bisa "menerima" Warga Negara Indonesia berdarah Tionghoa, maka bisa dikatakan orang-orang Thionghoa adalah orang-orang yang sedang menikmati "hujan emas di negeri orang" dan mereka memang sangat berhasil...! Dan apakah itu salah..?


Bpunk bukan Tionghoa, tapi memiliki cukup banyak teman-teman berdarah Tionghoa, dan mereka luar biasa baiknya. Tidak semua tampak kaya, dan kalau pun kaya, mereka tetap hidup sederhana. Lalu mengapa kita tidak belajar dari cara bekerja dan cara hidup mereka? Mereka di katakan pelit, padahal itu cara mereka berhemat. Jika usaha belum stabil atau berhasil, mengapa harus bergaya hidup mewah dan berfoya-foya layaknya beberapa Orang Kaya Juga Ga di Indonesia? Itu seperti bawaan orok mereka, "pandai mengatur keuangan". 

Dan jika mereka menjadi kaya dengan cara seperti itu, mengapa tidak sedikit yang mendiskriminasi mereka? Apakah salah menjadi kaya dengan banting tulang kencangkan ikat pinggang? Bukankah Negara ini hancur karena orang-orang-nya sendiri? Lihatlah ke Gedung Bokong Tengkurap. Disana mereka berbagi uang rakyat untuk kesenangan dan kenyamanan pribadi! Diskriminasi saja mereka!


Ada juga yang mengatakan mereka sombong.. Hahahaha... emang ga ada apa ya, orang Jawa, Papua, Medan, Aceh, Bali (yang tidak disebutkan jangan marah ya...) yang sombong? Jangan di generalisir begitu.. Ada yang sombong, Bpunk akui itu, tapi tidak semua kok... Lalu kenapa semua orang Tionghoa musti kena..? Teringat peristiwa Mei 2007, Tragis dan benar-benar KEJAM..!! Mengapa begitu membabi buta..? dan lihatlah... sampai sekarang, semua cuci tangan...


Terakhir, ada yang bilang mereka merampok uang dan kekayaan bangsa Indonesia... hahaha... Bpunk cuma pengen bilang "WOIII...!! Bangun woi...!! hellooo...!!!". Yakin lo...? Oke... mungkin ada, bisa saja... tapi ingat, ketamakan bukan monopoli suku atau ras tertentu...! Nonton TV...! Siapa sekarang yang sedang wara-wiri kasus korupsi, dari yang sudah tertangkap sampai yang belum..? Berapa banyak wajah Tionghoa?


Itu mungkin keuntungan mereka ketika bisa tetap menikmati "hujan emas di negeri orang" jika ada Bpunk'rs yang keukeuh mengatakan mereka ga pantes jadi warga negara Indonesia karena mereka Tionghoa. Tapi mengapa kita tidak melihat mereka sebagai salah satu suku bangsa kita yang memang sangat terkenal oleh keaneka-ragamannya..? Anggaplah mereka seperti orang Medan yang kalo kuat begadang jadi sopir bus, dan kalo bisa kuliah jadi pengacara di Jakarta..? toh mereka meninggalkan kampung halaman untuk mengejar "hujan emas" daripada tersiksa "hujan batu" di kampung halaman...**


*Sumber 01
** Orang Medan : "woiii...macam mana pula contohnya cuma orang medan..? sopir pula yang diangkat? mau kau kumakan?" 
Bpunk : "ampun lah lae....hehehe... Ini ada Tuak lae... damainya kita?"
Orang Medan : "Ah.. Minum dulunya kita, sambil kita bicarakan pardamaian..." 


Last Update 06/02/2012

Sunday, February 15, 2015

Kupang - NTT. Wisata Pantai, dan Kuliner. (Review)

Sementara bongkar-bongkar Youtube, ketemu beberapa Video yang buat kangen... Sebenarnya ada beberapa video yang cukup bagus. Cuma sayang, kalo yang komentar masih orang-orang asli, atau cuma turis lokal... :)

Nah, supaya tokcer bin mantap, sekalian pasang yang punya turis luar negeri, biar lebih objective sekalian... Daaaaaan.... pastinya Cantik...!! Ehmmm..... Hehehehehe.... Halo Victoria White (or Tori??)... :) Sayang... Bpunk coba cari biodatanya, tapi mbah google kok malah memberi link b*ngbross dan p*rnstars... Untunglah bukan wajah Victoria ini yang muncul.. Ups, hanya memastikan.... liat dikit lah.. hehehe...

Nah Disini, Victoria coba untuk me-review beberapa tempat di Kupang yang dikunjunginya, beserta beberapa kuliner yang dapat ia temui di Kupang. Video kedua, mengambil latar pantai di samping terminal Kota Kupang, tepatnya Teddy's Bar. Ini memang tempat nongkrong yang paling dekat dan berada didalam kota.



Nah kalo ini, angkutan umumnya, Namanya Bemo. Bukan seperti bemo yang ada di Jakarta dulu... Ini Bemo yang "unik"... :) Dihias dengan sticker, lampu disco, dan berbagai accessories yang biasa hanya ditemukan pada modifikasi mobil pribadi. demikian pula dengan sound-system yang cukup untuk membuat orang didalam serasa di dalam Niteclub. Berapa Speaker yang biasa dipakai didalam angkutan umum ini? Minimal 4 - 6 Subwoofer berdiameter 10 -12 Inch dengan Power Audio System dari 500 hingga 2000w...!! Cukup menggetarkan... Ini memang "tuntutan" kawula muda Kupang yang jangan harap akan menaiki angkutan ke sekolah yang biasa-biasa saja. Angkutan harus bagus, bersih, full accessories, full music, dan musik yang up to date..! Kalo tidak silahkan menjadi angkutan pasar... Fiuuh... beraaat.....


Nah... Kalo jalan-jalan di Kupang...Trus belum coba kuliner, orang kupang bilang "lebe bae na pi mati di mana ko" (transla: mending mati sekalian..) hehehe... Memang, di Kupang sudah ada KFC, tapi untuk apa jauh-jauh datang Kupang hanya untuk makan di KFC? Ditempat Bpunk'rs tak ada ya? Hehehehe... Cari makanan yang khas disini atau makan ikan bakar yang tersebar hampir disemua sudut kota (banyak ikan segar yang tersedia setiap hari).

Nah... Ini makanan khas, yang memang belum terkenal se-Indonesia, tapi kalo sekali "kena" dijamin tambah lagi... :)

Daging Se'i dan Sambal Lu'at. Pasangan resmi Kuliner Kupang - NTT

Ada Se'i daging Sapi, atau yang sesuai gambar, Se'i Daging Babi.... Yang Muslim silakan mencicipi Se'i Sapi, dan yang non muslim atau tidak punya pantangan, silakan mencicipi Se'i spesial ini... Slruuup.... Dari beberapa tester (bukan orang kupang), SEMUANYA, angkat jempol lima..!!!! Bumbu khusus Se'i betul-betul MANTAP apalagi jika dimakan dengan Sambal Lu'at nya yang bisa buat bibir dan mulut hilang rasa gara-gara pedasnya yang luar biasa.. (SERIUS!). Tapi sepedas apapun, akan tetap tambah, dan tambaaah lagiii..... :)

Jadi inga bae-bae, kalo tapaleuk di Kupang na jang hanya dudu lu'u di hotel gara-gara panas. Bajalan deng bemo pi pantai ko, na kalo sonde na pi ceke se'i deng lu'at... As itu na inga pulang e... jang bikin baponu di sana..! hehehe... 

(Transl: Jadi ingat, kalo jalan-jalan di Kupang, jangan hanya nongkrong di hotel karena di luar panas. Jalan-jalan dengan bemo ke pantai, atau makan daging se'i dan luat. Setelah itu jangan lupa pulang ya...)

Tuesday, February 3, 2015

Inspirasi ala Bob Sadino...


Siapa tak kenal Bob Sadino...?? seharusnya Bpunk'rs tahu orang ini... Dia bukan sinta dan jojo yang terkenal lewat lipsink di youtube, atau Justin bleber (tauk akh spell nya.. tidak penting).


Dia terkenal karena ke-GOBLOK-annya. Luar biasa..!! Dia terkenal karena nyelenehnya dia dalam menjalankan usaha-usaha yang bukan bidangnya bahkan yang tidak populer, menciptakan pasar, dan cara pandangnya dalam menjalankan semua itu.

Bob Sadino menjadi renungan pribadi Bpunk malam itu, menyambut berkurangnya umur Bpunk hari ini...

Semalam Bpunk tidak ada rencana untuk menonton tv, tapi sekilas ketika sedang pindah-pindah chanel karena lebih banyak acara tidak jelas (sinetron, reality show, dll), Bpunk "dipaksa berhenti" oleh salah satu chanel, yaitu TVONE, yang sedang mewancara Bob Sadino. Jujur, Bpunk selalu "penasaran" dengan orang ini.

Sambil mengelilingi "Kem Chicks" salah satu usahanya, wawancara berjalan layaknya obrolan santai antar teman. Seperti biasa, beliau dengan kemeja dan celana pendeknya berbagi tips seputar perkembangan usahanya.

Ada beberapa point penting yang di bagi saat itu, antara lain :
  1. Mengapa harus pusing mengumpulkan ide sebanyak-banyaknya, kemudian menganalisis nya sedemikian dalam agar meminimalkan kegagalan...??? Ini yang sering dilakukan orang-orang "pintar". Orang bodoh tak sampai otaknya untuk mengumpulkan banyak ide, apalagi menganalisanya dalam-dalam. Mereka hanya fokus pada satu ide, dan ide itu yang terus ditekuni, dan tanpa sadar, ide itu menghasilkan lebih daripada yang bisa dibayangkannya.
  2. Orang suka menghindari kegagalan. Baginya, kegagalan ada untuk menghargai kesuksesan. Sebuah usaha layaknya koin mata uang, ada dua sisi, dan dua sisi tersebut berjalan beriringan. Demikian juga kegagalan dan kesuksesan, mereka berjalan beriringan dalam sebuah usaha. Susah payah orang berpikir untuk menghindari kegagalan, malah makin sering kegagalan menghampiri. Sukses bagi Bob Sadino adalah segunung kegagalan dengan setitik keberhasilan dipuncak gunung kegagalan tersebut.
  3. Jangan "mengejar" kesuksesan, cukup "berjalan" saja. Dengan "mengejar", orang menghindari proses penting yang ada didalamnya. Biarkan segalanya mengalir apa-adanya...
  4. Jangan takut dan jangan terlalu berharap. Sebab, makin tinggi harapan, makin tinggi tingkat kekecewaan. ’’Lepaskan belenggu dalam pikiran Anda sendiri. Ada berjuta peluang di sekeliling Anda
  5. "Siapa bilang saya cari untung?" penekanannya ketika ditanya mengapa tidak di frenchise-kan "Kem Chicks"nya untuk semakin mendapat keuntungan. Bob Sadino mengaku mencari rugi. Karena"bodoh", ia tidak perlu hitung-hitungan dan membebani dirinya dengan bermacam-macam pemikiran harus untung! Yang dia tahu, bagaimana mengubah resiko yang dihindari banyak orang menjadi uang! Kalau rugi ya sudah, kalau untung ya bahagia.... Untung besar tidak akan memanjangkan celananya......
  6. Jangan pernah menjadi seperti saya (Bob Sadino), tapi berusahalah untuk menjadi "lebih" daripada saya...!
Bpunk terkagum-kagum memahami jalan pikir orang ini. Bagaimana bisa seorang dengan pola pikir seperti itu, bisa sesukses ini? Tapi bukti nyata telah ada lewat dirinya, meskipun dirinya mengaku tidak dapat mengartikan kata sukses. 

Dalam sebuah kunjungannya di Batam sebagai pembicara dalam seminar, dihadapan para pengusaha yang rata-rata masih muda, Bob Sadino dengan santainya mengatakan: 
’’Hidup saya tanpa rencana dan tanpa target. Buku-buku di sekolah sudah meracuni pikiran Anda. Padahal, informasi itu sudah basi dan jadi sampah. Sekolah menghasilkan orang untuk bekerja, tapi bukan memberi peluang kerja bagi orang lain. Saya bangga menjadi orang goblok, karena jika saya pintar, saya hanya menjadi seperti anda."
Bob Sadino membanggakan "goblok"nya dihadapan semua orang yang bersekolah tinggi dan pintar, tapi siapa diantara mereka yang dapat membantahnya...? Yang ada, banyak pengusaha kelas kakap yang tidak datang saat itu. Mungkin mereka takut dikata-katai "pintar" oleh beliau.

Renungan Bpunk sampai ke sebuah titik. Bpunk sadar bahwa Bpunk terlalu dilingkupi ketakutan tak beralasan yang menyebabkan Bpunk tidak berjalan selangkahpun dalam hidup ini. Bpunk juga sadar bahwa tidak ada satupun impian yang Bpunk capai dalam hidup ini. Seharusnya Bpunk cukup berjalan dan bukan mengejar. Bpunk seharusnya tidak perlu berharap tinggi jika tidak siap dengan konsekuensi kekecewaan yang ada. Biarkan semua mengalir apa adanya...

yang penting, jangan takut dan terus melangkah...
dan pasti "tujuan" Bpunk semakin dekat/sampai
apapun itu....




Referensi:
  • http://pondok-cerita.blogspot.com/2009/06/bodoh-vs-pintar-ala-bob-sadino.html
  • http://hady82.multiply.com/reviews/item/23

Artikel Paling Banyak Dibaca